Senin, 17 September 2018

Anatomi Fisika

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
  Kali ini , saya akan membagikan postingan saya tentang materi startegi pembelajaran fisika, yakni Anatomi fisika . Silahkan dibaca yaa....
1. Hukum
a.Suatu pernyataan hubungan antara fakta atau gejala alam
 Contoh : hukum archimedes
 ''jika air diberi tekanan , maka akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar .
Udara dan air termasuk fluida ( Zat yang dapat mengalami perubahan).
b. Telah diuji kebenarannya oleh ahlinya
c. Bersifat universal (berlaku dimana saja)
d. Digunakan untuk meramalkan
e. Berlaku pada kondisi tertentu.

2. Teori
   Seperangkat pengertian (konsepsi).
Fungsi teori
1. Menjelaskan = Teori Kinetik Gas
  Contoh : Menjelaskan hukum Boyle
2. Memahamkan = Menyusun secara sistematis gejala-gejala alam,sehingga mengikut hukum alam(terjadinya hujan).
3. Meramalkan ( Teori Darwin ).

Perbedaan Hukum dan teori
1. Hukum Suatu Fakta
2. Teori menjelaskan mengapa kenyataan terjadi

3. Postulat (asumsi)
    Suatu anggapan dasar yang kebenarannya sudah dianggap benar. Contoh : molekul berbentuk bulat dan elastis.

4. Postulat atau Azas
    Contoh : azas black (Persamaan : Q1=Q2)
   Kalor berpindah dari suhu tinggi ke rendah (sama yang dilepas dan diserap).

5. Konsep
   Contoh Miskonsepsi , misal dua benda yang dibandingkan ( besi dan kayu)
Adapun elemen - elemen konsep , yakni :
1. Nama konsep (istilah suatu kategori,benda, fenomena, pengalaman, dan lain-lain
2. Contoh positif dan negatif = gambaran atau bentuk nyata dari konsep
3. Ciri - ciri esensial dan non esensial
4. Nilai dari ciri-ciri atau kualitas.

Demikian postingan yang dapat saya bagikan ,semoga bermanfaat.
Wassaalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

ILMU PENGETAHUAN

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini, saya akan membagikan postingan materi strategi pembelajaran fisika tentang Ilmu pengetahuan . Silahkan dibaca ya...
A. Pengetahuan
     Semua yang diketahui manusia tanpa menghiraukan benar dan salah sumbernya disebut pengetahuan.
Yang mencakup komponen pengetahuan, yakni :
1. Indera
2. Pemikiran
3. Mitos ,pikiran + pengalaman + kepercayaan
4. Filsafat yakni pemikiran yang mendalam tentang suatu hal
5. Wahyu
6. Intuisi (Pengetahuan diperoleh secara tiba-tiba)
7. Mimpi

B. Ilmu
    Merupakan hasil pemikiran yang diuji kebenarannya dengan kenyataan

C. Ilmu Pengetahuan
    Merupakan pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmiah.
Langkah - langkah metode ilmiah yakni :
1. Identifikasi masalah
2. Merumuskan masalah
3. Membuat Hipotesis
4. Mengumpulkan data
5. Kesimpulan

Ciri - ciri pengetahuan yakni
1. Objektif
2. Metodik
3. Sistimatik
4. Universal
Demikian postingan kali ini yang dapat saya bagikan .semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hakekat Strategi Belajar Mengajar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini , saya akan membagikan postingan strategi belajar mengajar tentang komponen KBM dan teori belajar . Silahkan dibaca ya ...
Komponen KBM
1. Siswa
2. Guru
3. Tujuan Pembelajaran
4. Materi Pelajaran
5. Metode Mengajar
       Metode mengajar seperti metode ceramah dan metode memberi tugas.
6. Media Pembelajaran
7. Evaluasi

Strategi Belajar Mengajar 
Dalam hal ini berarti memikirkan (merencanakan) dan mengupayakan (dilaksanakan) interaksi siswa dengan semua komponen KBM secara optimal dan konsisten (stabil) melalui berbagai siasat (baik melalui metode , evaluasi, keterampilan dan strategi). 

Adapun teori-teori belajar yang menjadi dasar mengambil komponen, yaitu : 
1. Fontana 
     Menurut Fontana , belajar (siswa) merupakan proses perilaku individu yang relatif tetap sebagai hasil pengalaman. Perilaku merupakan hal yang awalnya tidak tahu menjadi tahu (Kognitif ),tidak bisa menjadi bisa (Psikomotor) dan tidak jujur menjadi jujur (afektif). Menulis merupakan tindakan psikomotor. 
Pembelajaran (guru) merupakan upaya penataan lingkungan fisik,sosial,kultural,psikologis yang memberi suasana berkembangnya proses belajar. 
a. Lingkungan fisik : kelas, meja, kursi, papan tulis, jendela, ac dan lampu 
b. Lingkungan sosial : interaksi antara guru dan siswa , interaksi antara murid dan murid. 
c. Kultural : menghargai, sopan santun, menghormati. 
d. Psikologis : Kejiwaan 

2. Joyce dan Weil 
    Menurut joyce dan weil ,perubahan perilaku oleeh PBM adalah : 
1. Instructional Effect ( Hasil pembelajaran yang tertulis , tercantum dalam kurikulum 
2. Nurturant Effect ( Dampak Pengiring atau efek samping dari instructional effect. 

3. Meir 
    Perkembangan anak bergerak secara berangsur-angsur dalam urutan maju : 
a. Perubahan mudah - Konkrit 
b. Perubahan Konkrit - Abstrak 

4. Gagne 
    Menurut Gagne, belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa, sehingga perbuatannya berubah dan waktu sebelum mengalami ke waktu sete;ah mengalami. 
   Stimulus + Ingatan = Konsep baru 
Stimulus dapat melalui demonstrasi, praktikum, tanya jawab, media (video). 
Konsep baru dapat berupa lintasan lurus . Sehingga, kecepatan berubah , a>0 . 
Ingatan dapat berupa ciri - ciri GLB, yakni lintasan lurus, kecepatan tetap dan a=0.

5. Apersepsi 
    Menurut apersepsi bahwa mengaitkan pelajaran sekarang dengan sebelumnya. 

6. Hilgard dan Bower 
    Menurut Hilgard dan Bower bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman yang berulang-ulang dalam situasi tertentu. 
 3 Pertimbangan 
1. Kemampuan siswa 
2. Materi pembelajaran 
3. Waktu 

7. Morgan 
    Menurut morgan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap (latihan). 

8. Skinner 
    Menurut skinner, tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan respons, baik respon spontan atau respons pemerkuat. 

Guru = Memberi stimulus 
Siswa = Memberikan reaksi 

Respon berupa spontan dan pemerkuat ( renforcement). 
Contoh : Hukum Keppler : Pergerakan matahari dan bulan (spontan), Konstanta planck (pemerkuat). 

9. Thorndike 
    Menurut Thorndike, prinsip belajar yakni : 
1. Law of Effect (Hadiah, pijian, nilai) 
2. Law of Exercise ( Latihan ) 

10. Bruner 
      Menurut Bruner, belajar adalah bagaimana orang memilih, mempertahankan dan mentransformasikan informasi secara aktif ( siswa menemukan sendiri makna yang dipelajarinya ). 

11. Ausubel 
     Menurut Ausubel , belajar akan bermakna bila siswa mampu mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah ada (belajar bermakna) 
Contoh : GLB dan GLBB (saling mengaitkan lama dan baru). 
   Demikianlah postingan yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat .
Wassaalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Sabtu, 01 September 2018

Strategi Pembelajaran Fisika

Tujuan Instruksional 
     Tujuan instruksional adalah kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mempelajari materi tertentu dalam satu kali pertemuan. Tujuan instruksional dijabarkan oleh guru berdasarkan indikator dengan mempertimbangkan kondisi lapangan seperti karakteristik siswa,keadaan sekolah, keterampilan guru dan lain-lain.

Perumusan Tujuan Konstruksional 
A = Audience = yang mengikuti pembelajaran 
B = Behaviour = Tingkah Laku / kemampuan yang diharapkan sebagai hasil pbm. 
C = Condition = Keadaan atau sesuatu yang disediakan sebagai perssyaratan dalam rangka mencapai          tujuan. 
D = Degree = Hasil belajar yang diharapkan bersifat kuantitatif dan atau kualitatif.

Tujuan Kognitif (Bloom 1956) 
     Berorientasi kepada kemampuan berpikir
C1. Pengetahuan 
     Contoh : Setelah dijelaskan, siswa mampu menyebutkan 7 besaran pokok dengan benar. 
C2. Pemahaman 
     Contoh : Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menyimpulkan pengaruh suhu terhadap zat dengan benar. 
C3. Penerapan 
     Contoh : Setelah dijelaskan,siswa mampu menghitung gaya pada pompa hidrolik dengan benar. 
C4. Analisis 
     Contoh : Siswa dapat menjelaskan perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal,setelah melakukan percobaan dengan benar. 
C5. Sintesis 
     Contoh : Dengan bekerja kelompok siswa mampu menciptakan teropong sederhana dengan baik. 
C6. Evaluasi 
     Contoh Dengan  menggunakan kriteria yang ditetapkan mahasiswa dapat membuat penilaian tentang efektifitas pengajaran fisika lingkungan dengan baik. 

Tujuan Psikomotor (Harrow 1972) 
     Berorientasi kepada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh (tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot).
P1. Meniru
     Kemampuan meniru perilaku yang dilihatnya.
Kata kerja : -Mengulangi , -Mengikuti       , - Mengucapkan
                    -Memegang  , - Menggambar
Contoh : Siswa mampu mengulangi menggunakan meraca Ohauss untuk mengukur massa benda dengan benar.
P2. Manipulasi
     Melakukan suatu perilaku tanpa bantuan visual
Kata Kerja : - Mengurangi   , -Mengikuti       , -Memegang
                     -Menggambar  , -Mengucapkan
Contoh : Dengan menggunakan manual dan penjelasan secara verbal, siswa dapat memfokuskan mikroskop dengan benar.
P3. Ketepatan Gerak
          Melakukan suatu perilaku tanpa arah visual maupun petunjuk tertulis dengan tepat .
Kata kerja : -Dengan Tepat , - dengan lancar ,-tanpa kesalahan
Contoh : Guna mengukur frekuensi listrik siswa akan menghubungkan dengan tepat kabel probe osiloskop.
P4. Artikulasi
        Menunjukkan serangkaian gerakan dengan akurat, urutan yang benar dan dengan kecepatan yang tepat.
Kata kerja : -Selaras , - Stabil ,- Terkoordinasi, - Lancar
Contoh : Siswa dapat menggunakan kalkulator untuk mengerjakan 10 soal dalam waktu 10 menit.
P5. Naturalisasi
      Melakukan gerakan tertentu secara spontan.
Kata kerja : - dengan otomatis, - dengan sempurna
                    -  dengan lancar
Contoh : Siswa dapat mengoperasikan osiloskop dengan lancar.

Tujuan Afektif (Bloom 1964)
       Menggambarkan proses seseorang di dalam mengenai dan mengadopsi suatu nilai-nilai atau sikap tertentu untuk pedoman dalam bertingkah laku
A1. Receiving (penerimaan)
    Kata kerja : - mendengarkan ,
                        - menghadiri ,
                        - melihat ,
                        - memperhatikan ,
Contoh : Selama pembelajaran berlangsung, siswa bersedia mendengarkan dengan baik.
A2. Responding
      Berbuat sesuatu sebagai reaksi terhadap suatu gagasan, benda, atau sistem nilai.
Kata kerja : - mengikuti , - mendiskusikan, - berlatih , - berpartisipasi, dan - mematuhi
Contoh : Bila diminta siswa bersedia berlatih menggunakan jangka sorong dengan sungguh - sungguh.
A3. Valuing (penghargaan terhadap nilai-nilai)
 Contoh : Dalam kegiatan kebersihan lingkungan siswa dengan sukarela berpartisipasi
A4. Organization
  Contoh : Siswa mampu memformulasikan alasan mengapa ia setuju belajar seumur hidup.
A5. Pengalaman
 Contoh : Siswa mampu menunjukkan sikap ilmiah dengan menyebutkan dan menguji suatu hipotesa sebelum menerimanya.

Jumat, 24 Agustus 2018

Manajemen Berbasis Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kali ini saya akan membagikan materi Pengelolaan Pendidikan tentang Manajemen Berbasis Sekolah. Silahkan dibaca :) 
Dasar-dasar Pengelolaan Pendidikan 
Pengertian Administrasi Pendidikan 
          Administrasi ialah keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang sesuai, baik personal maupun material, dalam usaha untuk mencapai bersama suatu tujuan secara efektif dan efisien (Moh.Rifa'i,1982). Namun, menurut Siagian, administrasi adalah keseluruhan proses dalam kerja sama. 
Sehingga, pengelolaan pendidikan, menerapkan kaidah-kaidah administrator dalam bidang pendidikan. Sedangkan manajemen merupakan proses kegiatan.

         Adapun pentingnya penerapan kaidah,yaitu : 
1.  Mengantisipasi tuntutan perkembangan dan juga tuntutan pembangunan baik regional ataupun             global. Contoh : MEA (Pasar Bebas= Masyarakat Ekonomi ASEAN) bekerja di Indonesia.                   Hubungan pengelolaan pendidikan dengan kaidah administrasi pendidikan yakni mempersiapkan
     segala hal yang berhubungan dengan pendidikan. 
2. Produk pendidikan berbentuk fisik ataupun non fisik. Berbentuk fisik seperti buku sedangkan non 
    fisik biasanya SDM (mengenai ilmu pengetahuannya). Sehingga, perlu ditata dengan berbagai cara
    seperti buku (dicetak,disebar). 
3. Semakin lama lembaga pendidikan bertambah dan semakin beragam. 
4. Tuntutan kemajuan ilmu dan teknologi serta tuntutan dari hidup manusia. 
5. Tuntutan dari masyarakat terhadap peralatan dan fasilitas dalam merebut kepercayaan konsumen 
    tenaga kerja dan bursa tenaga kerja. 
6. Pendidikan dan lembaga pendidikan menjadi ajang bisnis untuk merebut persaingan yang sehat. 

Fungsi dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan 
1. Membuat putusan (Kepsek) 
    Adapun langkahnya sebagai berikut : 
a. Menentukan masalah 
b. Menganalisa (menguraikan) Situasi 
c. Mengembangkan alternatif kemungkinan 
d. Menganalisa 
e. Memilih alternatif 
2. Merencanakan 
3. Mengoraganisasikan 
4. Mengkomunikasi 
5. Mengkoordinasi 
6. Mengawasi 

     Ruang lingkupnya terbagi dua yakni administrasi (sifat statis) dan operatif (sifat dinamis) seperti :
A. Pengelolaan Kesiswaan 
B. Pengelolaan Kurikulum 
C. Pengelolaan Personil 

Demikian materi Pengelolaan Pendidikan yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua :). Semangaattttt 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Selasa, 14 Agustus 2018

Pengelolaan Pendidikan

Desentralisasi Pendidikan
Pengertian Pendidikan biasanya tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Sentralisasi pendidikan merupakan pendidikan yang dikekola oleh kewenangan pemerintah pusat. 
     
     Kelemahan Sentralisasi adalah dalam mengambil keputusan dalam waktu yang lama,seperti : 
1. Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan 
2. Keseragaman manajemen 
3. Keseragaman pola 
4. Melemah kebudayaan 
5. Kualitas manusia yang robotic 

     Desentralisasi tertuang dalam UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Desentralisasi Daerah. 
Adapun yang dikecualikan dalam hal ini, yaitu : 
a. Politik Luar Negeri 
b. Pertahanan 
c. Keamanan 
d. Yustisi 
e. Moneter dan Fiskal 
f. Agama 

     Jenis desentralisasi salah satunya adalah di sektor pendidikan dalam hal kebijakan dan aspek pendanaan. Pentingnya desentralisasi, misalnya biaya pendidikan, residistribusi politik, peningkatan kualitas pendidikan, inovasi. Desentralisasi tempatnya masih tetap di daerah pusat. Hal-hal mencakup penetapannya seperti : 
1. Standar Kompetensi dan Pengaturan Kurikulum Nasional serta Penilaian secara Nasional
2. Gelar Akademik 
3. Biaya 
4. Penerimaan, perpindahan, sertifikasi siswa 
5. Benda cagar budaya 
6. Kalender Akademik 
     Prinsip desentralisasi Pendidikan Indonesia 
1. Perluasan dan pemerataan (Walikota, bupati )
2. Peningkatan kemampuan akademik 
3. Perubahan sistem pendidikan 
4. Kemampuan dan partisipasi masyarakat (Komite) 
5. Pembahasan dan pemantapan sistem '
6. Peningkatan kualitas lembaga 
     Adapun pentingnya desentralisasi Pendidikan, yaitu : 
a. Partisipasi (usulan) dari bawah ke atas 
b. Mengakomodasi 
c. Mengurangi biaya 
     Adapun Kelebihan desentralisasi seperti mampu memenuhi tujuan politik(demokrasi), mampu membangun partisipasi masyarakat, mampu menyelenggarakan pendidikan dengan fasilitas. Sedangkan kegagalan desentralisasi seperti masa transisi, tidak rinci, kempuan keuangan, SDM, Kapasitas manajemen, Restruksi kelembagaan daerah. 

     Restruksi Pendidikan 
Restruksi merupakan perubahan yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan. Adapun yang perlu diperbaiki, seperti struktur organisasi terbuka dan dinamis. Terbuka dalam hal ini berarti transparan, visi dan misi jelas,struktur dan sebagainya jelas oleh masyarakat. Sarana dan prasana harus standar. Contoh : Luar ruangan, jumlah siswa. Kurikulum dirubah menjadi sistem belajar tuntas. Tenaga kependidikan yang professional. Sistem pembelajaran di perbaharui. Sistem penilai berkelanjutan, dilakukan supersisi. 
     Pendidikan berbasis masyarakat, misalnya ; Pesantren,magang,kurikulum keterampilan ,dan sebagainya. Disisi lain juga terdapat formula pembiayaan contohnya dana BOS.

Selasa, 07 Agustus 2018

Pengantar Filsafat Pendidikan 
Pengelolaan Pendidikan
            Mengelola berarti ada banyak komponen yang ingin diatur. Adapun yang dikelola dalam pendidikan seperti kurikulum,siswa,fasilitas dan sebagainya yang berada di area sekolah. 

Pengertian Filsafat 
          Berasal dari kata Philein = Mencintai dan Sophos = Kebijaksanaan. Sedangkan filsafat = mencintai kebijaksanaan. 
     Adapun dua kriteria pokok filsafat, yaitu : 
  1.  Kegiatan mencari kebenaran 
  2. Kebenaran yang dicari itu berdiri sedalam-dalamnya, setinggi-tingginya, seluas-luasnya, selengkap-lengkapnya dan setuntas-tuntasnya. 
Metode Filsafat 
  1. Aristoteles : Silogistis Deduktif 
  2. Francis Bacon : Induktif 
  3. Decartes : Skeptis 
  4. dll 
     Pada metode silogistis deduktif berarti dari bentuk umum ke bentuk khusus. Contoh : Hewan merupakan makhluk hidup. Kerbau merupakan makhluk hidup dan manusia merupakan makhluk hidup. 
     Pada metode induktif berarti kebalikan dari silogistis deduktif. Contoh : Kerbau makan rumput. Kambing juga maka rumput. Maka, hewan tersebut termasuk hewan herbivora. 
     Pada metode skeptis berarti sebuah pernyataan yang meragukan. Sebelum sesuatu terbukti selanjutnya menjadi keraguan. 

Berfilsafat 


     Berfilsafat berarti berfikir reflektif untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mendasar (radikal = bertentangan) dan universal. Filsafat bertumpu pada kemampuan nalar / rasio manusia. Pemikiran filsafat bersifat spekulatif, artinya merenung,memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya,tanpa keharusan ada kontak langsung dengan objek yang difikirkan. 

Adapun macam-macam filsafat terbagi menajdi filsafat spekulatif dan filsafat analitik. 

Filsafat Pendidikan 
  1. Menginspirasi 
  2. Menganalisis 
  3. Memperspektifkan 
  4. Menginvestigasi 
Masalah Pendidikan 
  1. Apakah hakikat pendidikan ?
  2. Mengapa harus ada pada manusia dan merupakan hakikat hidup manusia ?
  3. Apakah pendidikan itu berguna untuk membina kepribadian manusia ?
  4. Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu ? 
Realitas dalam pendidikan salah satunya menyangkut konten kurikulum. 

     Adapun macam-macam filsafat yang lain, seperti : 
  1. Filsafat Idealisme ( Mewariskan moral dan budaya ) 
  • Realitas sebagai nonmaterial (sesuatu yang ideal, tak berwujud) 
  • Kehidupan yang ideal 
  • Hubungan guru dan murid harus berdasarkan sesuatu yang absolut ke arah kebajikan( Kebaikan ), kebenaran dan keindahan. Idealisme melahirkan teori pendidkan esensialisme. Pendidikan melahirkan moralitas menurut filsafat idealisme. 
      2. Filsafat Realisme 
  • Melihat dunia sebagai objek yang nyata 
  • Pengenalan terhadap dunia yang nyata 
  • Orientasi digagas oleh Aristoteles, Al-Kindi, Al-Faradi
  • Belajar melalui inderanya
     3. Filsafat Thomisme 
  • Keyakinan agama dan kemampuan berfikir (rasio). Teori perenialisme biasanya pada pendidikan menggabungkan antara akal dan agama. 
     4. Filsafat Pragmatisme biasanya pemikiran praktis, sesuai dengan keadaan.
     5. Filsafat Eksistensialisme biasanya mengutamakan eksistensi pengalaman. Adapun pandangan             eksistensialisme tentang pendidikan yakni, pada pendidikan harus humanis                                           ( berperikemanusiaan ), harus membangkitkan kesadaran akan eksistensinya. 
     6. Filsafat Progressivisme, yang terpenting adalah memikirkan kemajuan (segala sesuatu ke                     depan) 
     7. Post Modern (sesudah modern) 
               Zaman modern serba universal, menekankan rasio, ekonomi kapitalistik, efisiensi dan                   efektivitas.  

Paham Post Modern 
         Post Modern biasanya dimulai dengan memiliki bakat dan kemauan sendiri dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. 

Hubungan Filsafat dan Pendidikan 
  • Hubungan Keharusan 
           Dikarenakan mencari nilai-nilai ideal (cita-cita) yang lebih baik, pendidikan mengaktualisasikan (mencapai) nilai-nilai dalam kehidupan manusia. 
  • Dasar Pendidikan
           Guna filsafat adalah menyusun tujuan dan metodologi pendidikan.